Politik Dinasti di Sidoarjo,Apakah salah pemilih?

19 Jan 2016

Pilkada serentak memang telah usai,tetapi peristiwa sesudah pilkada sangatlah menarik untuk diikuti.Seperti yang terjadi di kota saya Sidoarjo,disini saya melihat sesuatu yang sangat unik sampai terketuk untuk menulis di blog ini.

Di akhir tahun 2015 lalu disetiap kota sangat ramai oleh hingar bingar,mulai dari kampanye calon sampai spanduk-spanduk calon bermunculan disetiap jalan-jalan di setiap kota yang ikut memarakan event pilda serentak ini.Tidak terkecuali di Kota Sidoarjo sangat ramai juga mulai dari isu-isu politik murahan sampai money politik terjadi.Di Kota Delta ini ada dua calon yang notabene petahana/incumbent yang sama-sama kuat dan berpeluang memenangkan pilkada ini.

Setelah dilakukan pemilihan akhirnya sesuai prediksi Incumbent memenangkan pilkda ini.Yup Bupati Terpilih Saipul Illah ini sukses menyingkirkan semua rivalnya disini,walaupun suasana masa kampanye sangat panas tapi setelah pemilihan suasana akhirnya mencair,semua rival akhirnya juga legowo dengan mengucapkan selamat pada sang pemenang.

Tapi yang membuat saya tertarik mengamati setelah pemilihan sampai menjadi bupati terpilih di suatu saat yang lalu di legislatif di Sidoarjo terjadi kekosongan di posisi Ketua Komisi C yang notabene sebelumnya dijabat oleh Nur Ahmad Syaifuddin yang menjadi pasangan cabup Saipul Illah.Disaat terjadi kekosongan di posisi ini partai PKB yang mengusung Cabup terpilih mengusulkan sebuah nama untuk mengisi posisi Ketua Komisi C tersebut.Ya sangat terkejut lagi yang mencuat adalah nama Achmad Amir Aslichin yang tidak lain adalah anak kandung dari Bupati terpilih Saipul Illah.

Selain Aslichin sebenarnya ada 2 nama lagi yang menurut saya senior di komisi C ini,tetapi semuanya terbantahkan dan herannya lagi si Putra Bupati Terpilih ini terpilih secara Aklamasi dalam rapat tertutup di dewan.Yang menjadi pertanyaan saya apakah bisa si anak ini akan menegur bapaknya bila pembangunan di Sidoarjo ini mangkrak atau gak sesuai dengan harapan masyarakat Kota Delta.

Mulai terlihat kalau incumbent mulai menempa sang putra mahkota untuk kedepannya menggantikan sang bapak,Padahal dari segi pembangunan Kota Delta masih sangat jauh tertinggal dari Kota tetangga yaitu Surabaya.Ibarat langit dan bumi,selama ini hanya diam ditempat.Sang anak bilang bahwa dia akan bekerja profesional dan yakin bisa mengawasi pembangunan supaya bisa tercapai menjadikan Sidoarjo Kota Metropolis.Apakah bisa karena logikanya anak pasti akan patuh dengan orang tua,Ya saya cuman berharap dan berdoa supaya para wakil rakyat dan pemimpin ini bisa memegang amanah apakah salah pemilih? dalam hal ini? saya tidak bisa menjawabnya karena ini adalah sebuah pilihan bersama mari kita hargai pilihan ini.Walaupun ada segelintir Praktik Money Politik dalam pilkada kemarin saya harapkan sang pemenang juga bisa memagang janjinya.Semoga Kota Tercinta saya ini bisa maju seperti Kota sebelah.


TAGS politik politik dinasti partai komisi C pilkada serentak


-

Author

Follow Me